Sabar Menantikan Momongan

Jumat, 05 April 2013

Cemilan Sehat untuk Anak Anda Anak-anak usia pra-sekolah dan anak balita dapat dengan mudah tersedak makanan yang sulit untuk dikunyah, makanan yang berbentuk kecil dan bulat, atau lengket, seperti sayuran keras, anggur utuh, potongan keju yang keras, kismis, kacang-kacangan dan biji-bijian, dan popcorn. Berhati-hatilah dalam memilih cemilan untuk anak-anak dalam kelompok usia ini. Sama seperti orang dewasa, anak Anda pun perlu makan berbagai jenis makanan untuk kesehatannya. Hanya saja kita sebagai orangtua perlu memperhatikan nutrisi yang terkandung dalam makanan tersebut, agar anak Anda tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Berikut ini adalah beberapa contoh cemilan sehat sederhana yang bisa Anda sajikan untuk anak Anda : Campuran dari buah-buahan dan kacang kering. Sayuran segar, beku, atau kalengan atau buah-buahan dapat disajikan secara biasa atau dengan yoghurt rendah lemak. Kue beras, biskuit gandum, atau roti gandum disajikan dengan keju rendah lemak, potongan buah menyebar, selai kacang, mentega almond, atau mentega kacang kedelai. Pretzels atau popcorn ditaburi dengan bumbu bebas garam campuran. Smoothie buah yang dibuat dengan susu rendah lemak atau yoghurt dan buah beku atau buah segar. Sereal kering disajikan biasa atau dengan susu rendah lemak atau susu bebas lemak.
Buat masyarakat Indonesia kerupuk adalah camilan penting untuk menemani saat makan. Ada ungkapan nggak asyik kalau makan nggak pakai kerupuk. Saking populernya kerupuk, banyak ibu-ibu yang memberikan camilan ini kepada anaknya. Anak menangis kadang diberi makan kerupuk jadi diam. Tapi menurut pakar gizi memberikan camilan kerupuk pada anak kurang tepat. Kerupuk dianggap tidak memiliki gizi yang cukup untuk pertumbuhan anak yang sedang butuh-butuhnya makanan bergizi tinggi. "Sebenarnya nilai gizi dari kerupuk itu tidak terlalu bagus," ujar dr Fiastuti Witjaksono, MSc, SpGK, Spesialis Gizi Klinik RSCM saat dihubungi detikHealth, Senin (9/1/2012). Ada berbagai macam kerupuk yang dijual di pasaran, seperti halnya kerupuk dari udang atau ikan. Jika kandungan ikannya banyak maka kerupuk tersebut bisa mengandung protein yang baik untuk tubuh. dr Fiastuti menuturkan umumnya kerupuk itu mengandung sumber karbohidrat yang tinggi karena ia menggunakan tepung. Karbohidrat yang ada dalam kerupuk ini tergolong cepat diserap oleh tubuh. Jika karbohidrat yang cepat diserap ini banyak dikonsumsi atau masuk ke dalam tubuh maka mengakibatkan kadar glukosa yang meningkat. Selain itu kerupuk ini biasanya digoreng dengan menggunakan minyak yang banyak sehingga kadar lemaknya jadi tinggi. "Kalau kerupuk ini dikonsumsi secara terus menerus tentu tidak baik, karenanya harus diganti dengan mencari cemilan yang sehat seperti bubur kacang ijo, kacang merah atau buah-buahan yang nilai gizinya lebih sehat," ujar dokter yang juga tergabung dalam Pengurus PDGKI (Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia). dr Fiastuti mengungkapkan jika anak sudah terbiasa mengonsumsi kerupuk maka kebiasaan ini tidak bisa diubah secara langsung atau pemaksaan, harus dilakukan secara perlahan misalnya diganti dengan buah yang crunchy. "Sebaiknya memang tidak memperkenalkan kerupuk sejak awal, dan jangan menjadikan kerupuk sebagai reward. Karena nanti anak akan mengharapkan imbalan kerupuk," ujar dokter yang berpraktik di MRCCC Siloam. Jika memang ingin mengonsumsi kerupuk, sebaiknya pilih kerupuk dari udang atau ikan yang belum digoreng, lalu kerupuk ini bisa digoreng sendiri dengan menggunakan minyak yang baru dan bukan minyak yang dipakai berulang-ulang. (detikhealth.com)
Sebagian orangtua menganggap terlalu sering menggendong tak baik untuk bayi. Padahal di usia tertentu, justru bayi butuh digendong. Dokter spesialis anak, dr Attila Dewanti, SpA (K) mengatakan pada dua bulan pertama, kebiasaan menggendong dibolehkan karena bisa menenangkan bayi dan ini menjadi cara untuk membantu bayi beradaptasi. "Menggendong tergantung usia. Kalau bayi baru lahir direbahkan saja biasanya sering menangis karena bayi satu bulan lebih rewel. Jadi dua bulan pertama boleh sering digendong karena ini menenangkannya," jelas dr Attila dalam talkshow perawatan bayi diadakan Tabloid Nakita dan Brawijaya Women & Children Hospital, Jakarta. Menurut dr Attila, pada dua bulan pertama, bayi butuh sering digendong sebagai cara penyesuaian dengan lingkungan di sekitarnya. Bayi sejak dalam rahim mendengar detak jantung ibunya. Saat bayi tidur di boks, ia merasakan suasana hening yang tak biasa baginya. Ia belum bisa beradaptasi dengan baik akhirnya bayi kerap menangis. "Kalau digendong, bayi nyaman karena ia mendengar detak jantung ibunya, yang biasa ia dengar saat masih dalam kandungan, jadi ini menenangkannya," jelasnya. Menggendong juga bisa meningkatkan bonding. Sambil menggendong ibu bisa mengajak bayi bicara. Cara ini juga membantu merangsang sel saraf bayi. Jadi, sambil menggendong ibu bisa membantu menstimulasi otak bayi yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasannya. Meski menggendong baik pada bayi baru lahir hingga usia dua bulan, dr Attila juga sepakat pada orangtua yang beranggapan tak baik terlalu sering menggendong bayi yang sudah semakin besar. Terlalu sering menggendong anak justru bisa mengurangi kesempatannya untuk mengeksplorasi diri yang bermanfaat bagi tumbuh kembangnya. sumber: http://female.kompas.com/.
Tidur merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi anak. Kebanyakan anak menghabiskan berjam-jam waktu untuk tidur agar kembali segar dan aktif saat bangun. Jika anak Anda memiliki kesulitan untuk tidur, lebih baik cari tahu penyebabnya terlebih dahulu dan coba mengatasinya. Berikut 6 penyebab anak susah tidur seperti dilansir The Cradle : 1. Penyebab pertama adalah anak tidak memiliki jam tidur yang konsisten. Meskipun kebanyakan orang tua tahu seberapa pentingnya menerapkan jam tidur yang konsisten bagi anak, tetapi tidak semua orang tua benar-benar menerapkan hal tersebut. Penyebabnya antara lain si anak yang masih harus melakukan suatu kegiatan, atau bahkan si anak masih memiliki banyak energi untuk bermain sehingga sulit untuk menyuruhnya tidur. Beberapa cara untuk mengatasinya adalah menghentikan aktivitas fisik anak dengan waktu yang konsisten setiap harinya. Sebaiknya, aktivitas fisik benar-benar dihentikan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum waktu tidur si anak. Selain itu, biasakan untuk melakukan rutinitas secara teratur dan berurutan, misalnya kapan harus gosok gigi sebelum tidur, sehingga si anak tahu kapan ia harus benar-benar tidur. 2. Merupakan hal yang lumrah jika Anda membuat anak tidur dengan cara membacakannya cerita, menyanyikannya lagu nina bobo, atau ikut tidur di sebelah si anak. Akan tetapi, ternyata dengan kebiasaan Anda tersebut, anak mulai mengasosiakan tingkah laku Anda yang dapat membuatnya tidur sehingga si anak tersebut dapat terlelap. Sayangnya, ketika si anak terbangun dan mendapati kondisi yang ada tidak sama seperti sebelumnya, kemungkinan ia akan panik dan merengek kepada Anda untuk memberikan kondisi yang sama agar ia dapat tidur kembali. 3. Penyebab ketiga adalah lingkungan kamar tidur yang buruk. Sebaiknya, hal-hal yang dapat membuat anak tidak dapat tidur, seperti mainan atau televisi, disingkirkan dari kamar si anak. Selain itu, pastikan lampu kamar dimatikan sehingga anak dapat tidur dengan nyenyak. Jangan lupa untuk menjauhkan anak dari suara dan bunyi-bunyian yang dapat mengganggu tidurnya dan anak sebaiknya menggunakan baju tidur yang hangat dan nyaman. 4. Penggunaan alat bantu tidur yang tidak sesuai juga merupakan penyebab sulitnya si anak untuk tidur. Salah satu alat bantu tidur yang paling umum digunakan adalah dot. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua alat bantu tidur dapat merugikan anak. Sebagai orangtua, sebaiknya Anda perlu mengetahui alat bantu tidur apa yang sesuai untuk anak dan kapan sebaiknya alat bantu tersebut digunakan. 5. Penyebab kelima adalah penerapan waktu tidur yang salah. Kebanyakan anak membutuhkan waktu tidur kurang lebih 11 jam per hari. Pada usia 10, misalnya, anak lebih baik tidur pada pukul 19.00 atau paling telat pukul 20.30. Dengan menerapkan waktu tidur yang konsisten, tepat, dan sesuai kebutuhan anak pada usianya, maka si kecil dapat dengan terbiasa untuk tidur pada waktu yang ditentukan. 6. Memberikan respon yang tidak konsisten ketika anak terbangun juga merupakan penyebab si anak susah tidur. Misalnya, di satu waktu, ketika anak terbangun, Anda menyanyikannya lagu agar ia bisa tidur kembali. Namun, di waktu yang lain, Anda mendiamkannya menangis begitu saja. Hal tersebut justru akan menyulitkan anak untuk tidur kembali. Agar si anak dapat kembali tidur dengan nyenyak di malam hari, Anda sebaiknya memiliki satu respon yang jelas dan konsisten ketika ia terbangun. Saya sendiri menerapkan anak tidur dengan cara di pijat terlebih dahulu badan dan seluruh tubuh dan dengan di padukan dengan musik kesenangan anak atau bayi kita.
Masa Balita adalah masa yang paling membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhan. Anak-anak membutuhkan asupan gizi yang cukup agar mereka dapat tumbuh sehat dan cerdas. Satu hal yang paling sering dihadapi orang tua adalah Anak Susah Makan. Sebagai orang tua yang melihat anaknya susah makan pasti akan merasa khawatir akan kecukupan gizinya. Takut anaknya menjadi kurus dan sakit. Terkadang kita menyerah dengan keadaan lalu memberikan susu dan atau camilan yang padat kalori kepada anak sebagai penggantinya. Banyak dari kita langsung pada keputusan konsultasi dengan dokter bagaimana mengatasi anak yang susah makan. Orang tua harus melakukan intropeksi apa yang sudah dilakukan sehingga anak susah makan dan mencari informasi sebanyak-banyaknya sehingga orang tua bisa menerapkan banyak alternative cara mengatasi anak yang susah makan Beberapa hal ini mungkin jadi penyebabnya: Anak susah makan karena jenis makanan yang disajikan kurang menarik. Anak susah makan karena mereka belum pernah mencicipi makanan. Anak susah makan karena kebiasaan orang tua yang memberikan susu atau makanan camilan padat kalori pada anak sebelum waktu makan sehingga anak sudah merasa kenyang duluan. Anak susah makan karena melihat pola makan orang tuanya yang tidak sehat. Anak susah makan karena suasana makan yang tidak kondusif. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk mengatasi anak susah makan: 1. Sajikan makanan dalam bentuk yang paling menarik. Seperti kita tahu bahwa anak suka dengan warna. Warnai sayuran dengan aneka sayuran atau buah. Tapi ingat jangan menggunakan pewarna.Orang tua bisa menyajikan dalam bentuk jus, makanan dicetak dalam bentuk atau pola yang disukai anak misalnya dicetak bentuk orang-orangan,atau dikasih hiasan dll. 2. Ciptakan suasana makan yang menarik. Kita tahu bahwa Anak sangat suka dengan bermain dan permainan. Ajak si kecil bermain sambil makan. Ketika mereka asyik bermain mereka kadang tidak sadar kalo kita suap. Suapan pertama akan memberi pesan dan kesan ke anak untuk suapan berikutnya. 3. Tunjukkan contoh kepada anak bahwa anda juga menikmati makanan yang anda buat dan anda sajikan untuk mereka. Jika anda tidak suka bagaimana anak bisa berselera. Berilah contoh dengan mencicipi makanan anak di hadapan mereka terlebih dahulu. 4. Jangan berikan makanan/camilan yang padat kalori yang membuat anak kenyang terlebih dahulu sebelum waktu makan tiba. Anak biasanya akan memakan apa yang disajikan ketika mereka merasakan lapar. 5. Mengajak anak makan bersama dengan teman-temannya yang lain akan menumbuhkan selera makannya. Jika anak ingin makan sendiri sebaiknya jangan anda larang meskipun makanan akan tercecer kemana-mana,belepotan dsb. Dengan kesadarannya dia akan merasakan dan mencicipi makanan yang anda buat. Dan ini merupakan nilai plus untuk langkah anda selanjutnya. 6. Jika tidak mau makan jangan paksa anak untuk makan. Beri saran akibat kalo tidak mau makan. Misalnya akan sakit jika tidak makan dan akan dibawa ke dokter. Sisipkan sayurnya pada saat mereka mau makan camilan. 7. Cari resep-resep praktis yang banyak disukai anak di buku-buku resep atau internet dan buat jadwal penyajian tiap harinya agar anak tidak merasa bosan dengan apa yang mereka makan. Kalau saya sendiri lebih suka menerapkan point no 2,anak saya senang diajak bermai sambil melihat pemandangan di luar rumah seperti diajak bermain dan melihat mobil,motor,sepedah,orang yang berlalu lalang di depan rumah(di Jalan).mudah-mudahan bisa menjadi rekomondasi saat-saat makan buah hati anda.
Siapa bilang kebiasaan memijat bayi itu kuno? Ternyata pijat bayi itu sangat besar manfaatnya untuk si kecil buah hati yang baru lahir ke dunia ini. Bayi-bayi prematur yang dipijat secara teratur setiap hari menunjukkan perkembangan fisik dan emosional yang lebih baik ketimbang bayi-bayi yang tidak dipijat. Selain itu berat badan bayi prematur yg dipijat akan mengalami peningkatan berat badan 20 hingga 40 persen dibandingkan yang tidak dipijat. Dan hal ini telah dibuktikan oleh para ahli di Fakultas Kedokteran Universitas Miami pada tahun 1986. Dipimpin oleh Tiffany M Field PhD. Selain itu, katanya, bayi-bayi yang dipijat selama lima hari saja, daya tahan tubuhnya akan mengalami peningkatan sebesar 40 persen dibanding bayi-bayi yang tidak dipijat. Pijat bayi ternyata bukan hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan emosional bayi. Jika dilakukan oleh ayah misalnya, maka pijat bayi itu bisa meningkatkan produksi ASI (Air Susu Ibu) pada tubuh ibu dan disebut ''pemberdayaan ayah,'' . Tapi bagaimana penjelasannya? ketika seorang ayah berinisiatif memijat si bayi, hal itu akan menimbulkan perasaan positif pada istri. Inisiatif suami ini membuat istri merasa disayang, nyaman, dan perasaan positif lainnya. Dan perasaan seperti ini akan merangsang produksi hormon oksitosin. Untuk diketahui, hormon ini sangat berguna untuk memperlancar produksi ASI. Penelitian menunjukkan, 80 persen produksi hormon oksitosin dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu. Selain itu, pijat bayi akan membuat bayi cepat lapar. Makin banyak ASI disedot oleh bayi (menyusui), maka produksi ASI makin meningkat. Ini karena dalam proses produksi ASI berlaku hukum supply and demand. Artinya, makin banyak ASI dikeluarkan, makin banyak pula ASI diproduksi. Begitu pula sebaliknya. Tata cara pemijatan Mengingat manfaatnya yang tidak kecil, sudah sepantasnya para orangtua menerapkan terapi sentuhan ini pada bayi mereka. Bagaimana caranya, ikuti tips berikut ini. Sebelum mulai memijat, lakukan beberapa langkah persiapan, yaitu: * Mencuci tangan. * Hindari kuku dan perhiasan yang bisa menggores kulit bayi. * Ruang untuk memijat usahakan hangat dan tidak pengap. * Bayi selesai makan atau tidak berada dalam keadaan lapar. * Usahakan tidak diganggu dalam waktu lima belas menit untuk melakukan Proses Pemijatan: * Baringkan bayi di atas kain rata yang lembut dan bersih. * Ibu/ayah duduk dalam posisi nyaman. * Sebelum memijat, mintalah izin kepada bayi dengan cara membelai wajahnya sambil mengajak bicara. Setelah melakukan persiapan itu, pemijatan bisa dimulai. Berikut ini contoh cara memijat beberapa bagian tubuh bayi: Pijat Kaki Mulailah dengan memegang kaki bayi pada pangkal paha seperti cara memegang pemukul softball. Gerakkan tangan ke bawah secara bergantian seperti memerah susu dan putar. Pegang pangkal paha dengan tangan secara bersamaan memeras dan memutar kaki bayi dengan lembut dari pangkal paha ke arah mata kaki. Kemudian, telapak kaki diurut dengan dua ibu jari secara bergantian mulai dari tumit ke seluruh telapak kaki. Pijat jari kaki satu-persatu dengan memutar menjauhi telapak, diakhiri tarikan lembut di tiap ujung jari. Lalu, peras dan putar pergelangan kaki dengan ibu jari dan jari lain. Usap kaki bayi dengan tekanan lembut dari pangkal paha hingga akhir. Perut bayi Pijat perut bayi dari atas ke bawah seperti gerakan mengayuh sepeda. Pijat perut mulai bagian kiri atas ke bawah dengan jari-jari tangan membentuk huruf I lalu L terbalik. Pijat dada Buat gerakan ke atas sampai dengan bawah leher lalu ke samping kiri-kanan di atas tulang selangka membentuk gambar jantung lalu kembali ke ulu hati. Gerakan diagonal di dada (huruf X) dari kiri ke kanan. Pijat lengan bayi Peras dan putar dengan kedua tangan dengan lembut mulai dari pundak ke pergelangan tangan. Pijat telapak tangan dengan ibu jari mulai telapak hingga jari-jari. Usap punggung tangan dari arah pergelangan ke jari-jari dengan lembut. Peras sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan telunjuk. Pijat muka Letakkan ibu jari diantara alis mata si bayi. Pijat dengan ibu jari secara lembut pada alis dan di atas kelopak mata. Pijat dari pertengahan alis turun ke bawah melalui samping lipatan hidung. Pijat punggung Tengkurapkan melintang. Pijat punggung dengan gerakan maju mundur sepanjang punggung mulai dari pantat hingga leher. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari mulai batas punggung sampai dengan pantat.Bisa juga dengan posisi seperti menggaruk tapi pelan saja....Mudah-mudahan Bermanfaat buat qita semua yang sedang belajar menjadi orang Tua Baru bagi si kecil.