Sabar Menantikan Momongan

Selasa, 27 Agustus 2013


Mengenal Jenis Kontraksi Selama Kehamilan

Mengenal Jenis Kontraksi Selama Kehamilan – Kontraksi secara umum dapat dijadikan sebagai tanda bahwa proses persalinan akan dimulai. Perempuan memiliki otot terbesar dalam tubuhnya yaitu rahim. Saat terjadi kontraksi, maka mereganglah otot tersebut. Kondisi tersebut secara alamiah terjadi begitu saja, sama kondisinya ketika anda muntah maka perut anda pun akan mengalami kontraksi. Pada saat terjadi kontraksi, rahim akan akan mengalami kondisi meregang serta mengecil. Menyusutnya rahim tersebut membuat terbukanya serviks dan hingga bayi terdorong menuju saluran kelahiran.
Namun kontraksi tidak hanya terjadi menjelang persalinan. Banyak jenis kontraksi yang terjadi selama kehamilan itu sendiri berlangsung. Berikut adalah beberapa jenis kontraksi yang terjadi selama masa kehamilan:
  • Kontraksi Dini. Kontraksi jenis ini biasanya terjadi saat awal-awal kehamilan atai saat trimester pertama kehamilan. Kondisi ini terjadi saat tubuh masih sedang dalam proses penyesuaian dengan berbagai perubahan akibat adanya kehamilan. Kontraksi terjadi akibat mereganyanya ligamen di sekitar rahim biasanya diikuti oleh perut kembung, konstipasi dan dehidrasi. Jika kontraksi di awal kehamilan ini diikuti oleh adanya bercak darah maka segeralah anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  • Kontraksi Palsu. Jenis kontraksi ini biasa disebut dengan istilah Braxton-Hicks, biasanya terjadi saat kehamilan memasuki usia 32-34 minggu. Waktunya tidak bisa ditentukan namun biasanya terjadi setiap 30 menit sekali dengan lama kontraksi sekitar 30 detik. Rasanya seperi nyeri saat kram haid. Jika kontraksi ini tidak terjadi menjadi lama, kemudian intervalnya semakin memendek dan tidak bertambah kuat, maka persalinan tidak akan terjadi dalam waktu sekarang. Berendamlah di air hangat untuk meredakan kontraksi ini. Namun jika kontraksi semakin kuat dan interval semakin pendek maka bisa menjadi petunjuk bahwa persalinan akan segera berlangsung.
  • Kontraksi Saat Berhubungan. Pada saat berhubungan dapat juga menimbulkan terjadinya kontraksi. Oleh karena itu sebelum anda berhubungan, pastikan terlebih dulu melalui pemeriksaan dokter bahwa kehamilan anda dinyatakan sehat. Kontraksi yang terjadi saat berhubungan, tidak akan menjadikan resiko lahir prematur, selama kehamilannya sehat dan tanpa komplikasi
  • Kontraksi Sebenarnya. Kontraksi sebenarnya terjadi menjelang persalinan. Kontraksi berlangsung selama 40-60 detik, terjadi di setiap 10 samai 20 menit atau satu jam, kemudian kontraksi terjadi menjadi lebih sering. Kontraksi sebenarnya akan diikuti oleh pembukaan mulut rahim, keluarnya cairan atau lendir yang bercampur darah yang berwarna kecoklatan yang merupakan sebagai sumbatan lendir atau mukus pada leher rahim.
Kontraksi di atas termasuk ke dalam kontraksi normal dan biasa terjadi pada masa kehamilan. Dan biasanya akan merujuk pada persalinan normal. Namun ada beberapa jenis kontraksi abnormal yang terjadi menjelang persalinan, yaitu:
  • Inersia primer. Kontraksi yang tidak muncul sama sekali menjelang persalinan. Hal ini disebabkan oleh adanya kelainan fisik ibu seperti, ibu kekurangan gizi, mengidap penyakit berat, mengalami anemia, mioma.
  • Inersia Sekunder. Kontraksi yang lemah.
  • Takisistol dimana kontraksi sebetulnya ada cuman terlalu sering sebelum waktunya, sehingga “habis” sebelum waktunya.
  • Inkordinat, kontraksi yg tidak menyeluruh, artinya hanya bagian perut tertentu aja yg mengalami kontraksi sedangkan bagian perut lainnya tdk mengalami, sehinga persalinan tdk mengalami kemajuan, hal ini biasanya disebabkan oleh mioma atau KPSW (ketuban pecah sebelum waktunya).
  • Tetanis. Kontraksi yang disebabkan oleh ari-ari yg lepas yang menyebabkan kontraksi terus menerus tiada henti, hal ini justeru sangat berbahaya dan dapat mengancam ibu dan bayi yang dikandungnya. Untuk kasus ini harus dilakukan caesar segera.

 AJAK JANIN BERMAIN

Ajak Janin Bermain – Sebuah riset yang dilakukan oleh ahli kebidanan dari Boston University, Amerika membuktikan bahwa janin dapat diajak bermain dan apapun cara bermain yang dilakukan oleh orang tua pasti bermanfaat bagi janin.
Dr. David B. Chamberlain menyatakan bahwa  anak yang mendapat stimulasi sejak di dalam rahim memiliki kecerdasan ganda (multiple intelligences) pada usia sekolah. Sementara pakar janin Dr. William Liley dariUniversity of Auckland, Selandia Baru, menyatakan, anak yang mendapat stimulasi music saat janin , setelah lahir cenderung menyukai musik seperti yang biasa didengarnya di dalam kandungan. Janin pun, menurut Dr. Hepper PG dariThe Queen’s University of Bellfast, Irlandia, terbukti mampu merespon usapan pada perut ibu yang terus-menerus.
Pada usia kehamilan 16 minggu, ajak janin bermain lewat sentuhan pada perut ibu :
  • Mengusap-usap bagian perut yang menonjol akibat tekanan tubuh janin.
  • Mengetuk-ngetuk perut dengan hitungan dan tunggu sampai janin membalas ketukan Anda dengan gerakan yang dilakukannya. Misalnya, dengan menendang, menunjukkan kaki atau tangannya ke permukaan perut.
  • Menekan bagian perut yang menonjol karena tekanan kaki atau tangan janin. Biarkan janin membalas dengan menunjukkan tonjolan di bagian lain perut Anda.
Pada usia kehamilan 24 minggu, janin dapat diajak bermain dengan cara :
  • Memutarkan aneka jenis musik terutama yang memiliki rentang nada cukup lebar, mulai nada rendah hingga tinggi dan harmoni seperti music klasik dan gamelan.
  • Mengajak janin berbicara dengan berbagai intonasi.
  • Memainkan alat musik  misalnya piano, gitar atau biola.
Pada usia kehamilan 26 minggu berinteraksilah dengan janin lewat rangsangan cahaya :
  • Mengajak janin bicara saat berada di tempat gelap, lalu berpindah ke tempat terang.
  • Mengarahkan senter ke berbagai bagian perut Anda.
  • Nyala-matikan senter sambil diarahkan ke perut, berulang-ulang.

 Yang Perlu Diperhatikan Saat melakukan USG

Apakah kegunaan dari USG?
Pelaksanaan USG pada usia kehamilan 11-13 minggu (nuchal translucency scan) dan 20-24 minggu (routine anomaly scan), bertujuan untuk memeriksa kemungkinan adanya masalah kesehatan janin Ibu. Pemeriksaan ini akan direkomendasikan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG), tetapi Ibu berhak menentukan sendiri apakah akan melakukan USG atau tidak. Penting untuk Ibu ingat bahwa pemeriksaan USG tidak akan mengakibatkan efek negatif pada janin.

Apa yang akan dilakukan di ruang USG?
- Dalam pelaksanaan USG, Ibu akan dipandu oleh SpOG Ibu sendiri atau dokter yang melaksanakan USG (Sonologist).
- Ibu akan diminta untuk berbaring, dan hanya bagian perut Ibu saja yang akan disingkap untuk dilakukan pemeriksaan USG. Pencahayaan dalam ruangan akan diredupkan guna mendapatkan penglihatan yang lebih jelas pada layer.
- Perut Ibu akan diberi lapisan gel sehingga alat scan dapat digunakan diatas perut Ibu.
- Janin Ibu dapat terlihat pada layar monitor yang tersambung dengan mesin USG, sehingga Ibu dapat melihat sendiri perkembangan janin Ibu
- Pemeriksaan USG biasanya berlangsung selama 20 menit

Apakah perlu untuk melakukan pemeriksaan USG ulang?
Ibu akan disarankan kembali melakukan pemeriksaan ulang, jika:
- Bayi Ibu berada pada posisi yang sulit dilihat oleh mesin sehingga hasil kurang jelas
- Usia kehamilan Ibu yang masih telalu muda sehingga perkembangan janin masih belum sempurna
- Berat badan di atas rata-rata, atau ada bekas operasi pada dinding perut. Hal ini membuat pemeriksaan pada janin Ibu menjadi semakin sulit karena ketebalan dinding perut menghasilkan gambaran yang tidak jelas.
- Jumlah cairan ketuban berkurang.
Apa yang akan dilakukan jika ditemukan adanya masalah pada janin pada saat USG berlangsung?
- Dokter SpOG atau Sonologist akan merekomendasikan pemeriksaan dengan dokter spesialis lainnya guna mendapatkan opini kedua.
- Pemeriksaan lanjutan direkomendasikan guna memastikan kondisi pada janin. Ibu, tentu saja, akan diberikan wewenang penuh untuk memutuskan apakah akan menjalani pemeriksaan lanjutan atau tidak.

pakah kegunaan dari USG?
Pelaksanaan USG pada usia kehamilan 11-13 minggu (nuchal translucency scan) dan 20-24 minggu (routine anomaly scan), bertujuan untuk memeriksa kemungkinan adanya masalah kesehatan janin Ibu. Pemeriksaan ini akan direkomendasikan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG), tetapi Ibu berhak menentukan sendiri apakah akan melakukan USG atau tidak. Penting untuk Ibu ingat bahwa pemeriksaan USG tidak akan mengakibatkan efek negatif pada janin.
Apa yang akan dilakukan di ruang USG?
- Dalam pelaksanaan USG, Ibu akan dipandu oleh SpOG Ibu sendiri atau dokter yang melaksanakan USG (Sonologist).
- Ibu akan diminta untuk berbaring, dan hanya bagian perut Ibu saja yang akan disingkap untuk dilakukan pemeriksaan USG. Pencahayaan dalam ruangan akan diredupkan guna mendapatkan penglihatan yang lebih jelas pada layer.
- Perut Ibu akan diberi lapisan gel sehingga alat scan dapat digunakan diatas perut Ibu.
- Janin Ibu dapat terlihat pada layar monitor yang tersambung dengan mesin USG, sehingga Ibu dapat melihat sendiri perkembangan janin Ibu
- Pemeriksaan USG biasanya berlangsung selama 20 menit
Apakah perlu untuk melakukan pemeriksaan USG ulang?
Ibu akan disarankan kembali melakukan pemeriksaan ulang, jika:
- Bayi Ibu berada pada posisi yang sulit dilihat oleh mesin sehingga hasil kurang jelas
- Usia kehamilan Ibu yang masih telalu muda sehingga perkembangan janin masih belum sempurna
- Berat badan di atas rata-rata, atau ada bekas operasi pada dinding perut. Hal ini membuat pemeriksaan pada janin Ibu menjadi semakin sulit karena ketebalan dinding perut menghasilkan gambaran yang tidak jelas.
- Jumlah cairan ketuban berkurang.
Apa yang akan dilakukan jika ditemukan adanya masalah pada janin pada saat USG berlangsung?
- Dokter SpOG atau Sonologist akan merekomendasikan pemeriksaan dengan dokter spesialis lainnya guna mendapatkan opini kedua.
- Pemeriksaan lanjutan direkomendasikan guna memastikan kondisi pada janin. Ibu, tentu saja, akan diberikan wewenang penuh untuk memutuskan apakah akan menjalani pemeriksaan lanjutan atau tidak.
- See more at: http://www.rsiafamily.com/tips-info/apa-yang-perlu-anda-perhatikan-saat-akan-melakukan-usg-di-usia-kehamilan-20-24-minggu/#sthash.LGXYO1Vh.dpuf
pakah kegunaan dari USG?
Pelaksanaan USG pada usia kehamilan 11-13 minggu (nuchal translucency scan) dan 20-24 minggu (routine anomaly scan), bertujuan untuk memeriksa kemungkinan adanya masalah kesehatan janin Ibu. Pemeriksaan ini akan direkomendasikan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG), tetapi Ibu berhak menentukan sendiri apakah akan melakukan USG atau tidak. Penting untuk Ibu ingat bahwa pemeriksaan USG tidak akan mengakibatkan efek negatif pada janin.
Apa yang akan dilakukan di ruang USG?
- Dalam pelaksanaan USG, Ibu akan dipandu oleh SpOG Ibu sendiri atau dokter yang melaksanakan USG (Sonologist).
- Ibu akan diminta untuk berbaring, dan hanya bagian perut Ibu saja yang akan disingkap untuk dilakukan pemeriksaan USG. Pencahayaan dalam ruangan akan diredupkan guna mendapatkan penglihatan yang lebih jelas pada layer.
- Perut Ibu akan diberi lapisan gel sehingga alat scan dapat digunakan diatas perut Ibu.
- Janin Ibu dapat terlihat pada layar monitor yang tersambung dengan mesin USG, sehingga Ibu dapat melihat sendiri perkembangan janin Ibu
- Pemeriksaan USG biasanya berlangsung selama 20 menit
Apakah perlu untuk melakukan pemeriksaan USG ulang?
Ibu akan disarankan kembali melakukan pemeriksaan ulang, jika:
- Bayi Ibu berada pada posisi yang sulit dilihat oleh mesin sehingga hasil kurang jelas
- Usia kehamilan Ibu yang masih telalu muda sehingga perkembangan janin masih belum sempurna
- Berat badan di atas rata-rata, atau ada bekas operasi pada dinding perut. Hal ini membuat pemeriksaan pada janin Ibu menjadi semakin sulit karena ketebalan dinding perut menghasilkan gambaran yang tidak jelas.
- Jumlah cairan ketuban berkurang.
Apa yang akan dilakukan jika ditemukan adanya masalah pada janin pada saat USG berlangsung?
- Dokter SpOG atau Sonologist akan merekomendasikan pemeriksaan dengan dokter spesialis lainnya guna mendapatkan opini kedua.
- Pemeriksaan lanjutan direkomendasikan guna memastikan kondisi pada janin. Ibu, tentu saja, akan diberikan wewenang penuh untuk memutuskan apakah akan menjalani pemeriksaan lanjutan atau tidak.
- See more at: http://www.rsiafamily.com/tips-info/apa-yang-perlu-anda-perhatikan-saat-akan-melakukan-usg-di-usia-kehamilan-20-24-minggu/#sthash.LGXYO1Vh.dpuf

pakah kegunaan dari USG?
Pelaksanaan USG pada usia kehamilan 11-13 minggu (nuchal translucency scan) dan 20-24 minggu (routine anomaly scan), bertujuan untuk memeriksa kemungkinan adanya masalah kesehatan janin Ibu. Pemeriksaan ini akan direkomendasikan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG), tetapi Ibu berhak menentukan sendiri apakah akan melakukan USG atau tidak. Penting untuk Ibu ingat bahwa pemeriksaan USG tidak akan mengakibatkan efek negatif pada janin.
Apa yang akan dilakukan di ruang USG?
- Dalam pelaksanaan USG, Ibu akan dipandu oleh SpOG Ibu sendiri atau dokter yang melaksanakan USG (Sonologist).
- Ibu akan diminta untuk berbaring, dan hanya bagian perut Ibu saja yang akan disingkap untuk dilakukan pemeriksaan USG. Pencahayaan dalam ruangan akan diredupkan guna mendapatkan penglihatan yang lebih jelas pada layer.
- Perut Ibu akan diberi lapisan gel sehingga alat scan dapat digunakan diatas perut Ibu.
- Janin Ibu dapat terlihat pada layar monitor yang tersambung dengan mesin USG, sehingga Ibu dapat melihat sendiri perkembangan janin Ibu
- Pemeriksaan USG biasanya berlangsung selama 20 menit
Apakah perlu untuk melakukan pemeriksaan USG ulang?
Ibu akan disarankan kembali melakukan pemeriksaan ulang, jika:
- Bayi Ibu berada pada posisi yang sulit dilihat oleh mesin sehingga hasil kurang jelas
- Usia kehamilan Ibu yang masih telalu muda sehingga perkembangan janin masih belum sempurna
- Berat badan di atas rata-rata, atau ada bekas operasi pada dinding perut. Hal ini membuat pemeriksaan pada janin Ibu menjadi semakin sulit karena ketebalan dinding perut menghasilkan gambaran yang tidak jelas.
- Jumlah cairan ketuban berkurang.
Apa yang akan dilakukan jika ditemukan adanya masalah pada janin pada saat USG berlangsung?
- Dokter SpOG atau Sonologist akan merekomendasikan pemeriksaan dengan dokter spesialis lainnya guna mendapatkan opini kedua.
- Pemeriksaan lanjutan direkomendasikan guna memastikan kondisi pada janin. Ibu, tentu saja, akan diberikan wewenang penuh untuk memutuskan apakah akan menjalani pemeriksaan lanjutan atau tidak.
- See more at: http://www.rsiafamily.com/tips-info/apa-yang-perlu-anda-perhatikan-saat-akan-melakukan-usg-di-usia-kehamilan-20-24-minggu/#sthash.LGXYO1Vh.dpuf
pakah kegunaan dari USG?
Pelaksanaan USG pada usia kehamilan 11-13 minggu (nuchal translucency scan) dan 20-24 minggu (routine anomaly scan), bertujuan untuk memeriksa kemungkinan adanya masalah kesehatan janin Ibu. Pemeriksaan ini akan direkomendasikan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG), tetapi Ibu berhak menentukan sendiri apakah akan melakukan USG atau tidak. Penting untuk Ibu ingat bahwa pemeriksaan USG tidak akan mengakibatkan efek negatif pada janin.
Apa yang akan dilakukan di ruang USG?
- Dalam pelaksanaan USG, Ibu akan dipandu oleh SpOG Ibu sendiri atau dokter yang melaksanakan USG (Sonologist).
- Ibu akan diminta untuk berbaring, dan hanya bagian perut Ibu saja yang akan disingkap untuk dilakukan pemeriksaan USG. Pencahayaan dalam ruangan akan diredupkan guna mendapatkan penglihatan yang lebih jelas pada layer.
- Perut Ibu akan diberi lapisan gel sehingga alat scan dapat digunakan diatas perut Ibu.
- Janin Ibu dapat terlihat pada layar monitor yang tersambung dengan mesin USG, sehingga Ibu dapat melihat sendiri perkembangan janin Ibu
- Pemeriksaan USG biasanya berlangsung selama 20 menit
Apakah perlu untuk melakukan pemeriksaan USG ulang?
Ibu akan disarankan kembali melakukan pemeriksaan ulang, jika:
- Bayi Ibu berada pada posisi yang sulit dilihat oleh mesin sehingga hasil kurang jelas
- Usia kehamilan Ibu yang masih telalu muda sehingga perkembangan janin masih belum sempurna
- Berat badan di atas rata-rata, atau ada bekas operasi pada dinding perut. Hal ini membuat pemeriksaan pada janin Ibu menjadi semakin sulit karena ketebalan dinding perut menghasilkan gambaran yang tidak jelas.
- Jumlah cairan ketuban berkurang.
Apa yang akan dilakukan jika ditemukan adanya masalah pada janin pada saat USG berlangsung?
- Dokter SpOG atau Sonologist akan merekomendasikan pemeriksaan dengan dokter spesialis lainnya guna mendapatkan opini kedua.
- Pemeriksaan lanjutan direkomendasikan guna memastikan kondisi pada janin. Ibu, tentu saja, akan diberikan wewenang penuh untuk memutuskan apakah akan menjalani pemeriksaan lanjutan atau tidak.
- See more at: http://www.rsiafamily.com/tips-info/apa-yang-perlu-anda-perhatikan-saat-akan-melakukan-usg-di-usia-kehamilan-20-24-minggu/#sthash.LGXYO1Vh.dpuf